Info

Budaya Makan Nasi di Indonesia Tidak Bisa Ditinggalkan, Kenapa Alasannya?

Apakah kamu setuju bahwa budaya makan nasi di Indonesia tidak bisa ditinggalkan? Pernahkah berpikir apa alasannya? Nah pada pembahasan kali ini akan mengulas tuntas tentang hal tersebut dan menjawab pertanyaan kenapa merasa belum kenyang jika tidak makan nasi. Simak sampai akhir ya!

Budaya Makan Nasi di Indonesia, kenapa Orang Indonesia Tidak Bisa Meninggalkannya?

Kamu pasti sudah tahu bahwa mayoritas masyarakat Indonesia makan itu harus menggunakan nasi. Hanya nasi yang membuat perut menjadi kenyang. Hal ini menyebabkan permintaan beras semakin tinggi. Pada akhirnya pemerintah memutuskan untuk impor beras agar semua kebutuhan terpenuhi.

Budaya Makan Nasi di Indonesia

Nah pernahkan kamu penasaran kenapa orang Indonesia tidak meninggalkan nasi? Berikut ini jawabannya:

  1. Pengaruh Tradisi dari Nenek Moyang

Alasan pertama adalah pengaruh tradisi dari nenek moyang yang turun temurun. Indonesia merupakan Negara agraris, sehingga zaman dahulu masyarakatnya selalu makan nasi setiap hari dan menjadikannya sebagai makanan utama.

Masyarakat zaman dahulu belum berkenalan dengan kentang, daging, macaroni, roti dan makanan lainnya seperti sekarang ini. Jadi, nasi putih melekat hingga sekarang dan masih dikonsumsi oleh mayoritas orang Indonesia.

  1. Baru Makan Jika Ada Nasi

Berdasarkan tradisi tersebut dan keadaan pertanian Indonesia yang mayoritas padi, maka timbul mindset bahwa makan harus menggunakan nasi. Tanpa itu, maka belum bisa dikatakan makan, hanya ngemil saja.

Jadi mau konsumsi kentang goreng, mie, bakso atau yang lainnya tetap tidak disebut sebagai makan karena tidak ada nasinya. Namun pemikiran tersebut lama kelamaan pudar karena munculnya program diet nasi, ganti bahan makanan pokok dan masih banyak lagi yang lainnya.

Apakah kamu termasuk orang yang masih mindset demikian? Tidak ada salahnya, karena konsumsi nasi itu tandanya juga ikut memakmurkan petani di Indonesia. Bukankah begitu?

  1. Nasi Mengandung Bahan yang Membuat Ketagihan

Tahukah kamu bahwa budaya makan nasi di Indonesia tidak terlepas dari bahan-bahan yang terkandung didalamnya. Terdapat indeks glikemik yang mampu memberikan sinyal lapar ke otak dan memilih nasi sebagai sesuatu yang harus dikonsumsi.

Akhirnya otak pun menyadari bahwasanya kamu belum makan dan masih akan merasa lapar jika belum kemasukan nasi dan merasa ketergantungan. Namun perlu diingat, bahwa nasi juga mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi tubuh, tidak hanya membuat ketagihan saja.

  1. Kebiasaan Makan Nasi Minimal 3 Kali Sehari

Sejak kecil, kamu pasti dicekoki bahwa makan harus 3 kali sehari dan semuanya menggunakan nasi. Walaupun lauknya bervariasi, harus tetap ada nasi di sampingnya. Kebiasaan inilah yang membuat tubuh ketagihan dan ketergantungan, kaitannya dengan pembahasan nomor 3 di atas.

  1. Terdapat Jenis Nasi yang Enak

Zaman sekarang kreativitas masyarakat bertambah sehingga kerap membuat aneka masakan yang menggugah selera. Menu nasi dibuat bervariasi, ada nasi kuning, nasi gurih, nasi kebuli dan masih banyak lagi yang lainnya. Semuanya menggugah selera sehingga makin ketergantungan dengan nasi.

Melihatnya saja bikin laper dan ngiler, belum lagi terdapat embel-embel “wajib” memakannya agar bisa kuat menjalani aktivitas sehari-hari.

Jadi bagaimana apakah menurut kamu budaya mengkonsumsi nasi ini tidak bisa ditinggalkan? Sebenarnya bukan menjadi masalah yang berarti karena nasi adalah makanan yang menyehatkan. Namun untuk program diet, sebaiknya menghindarinya terlebih dahulu ya!

Budaya makan nasi di Indonesia bisa dikatakan sudah mendarah daging. Jadi sangat sulit untuk ditinggalkan. Inilah realitas yang harus diterima, toh tidak ada larangan pemerintah untuk mengkonsumsi nasi kan?

Continue Reading